PENGALAMAN PERTAMAKU (3)

Seperti tahu akan perasaanku, Widya mencoba membuatku rileks, “Pram.., kok kamu tegang sih..? Santai saja, Mbak maklum kalau kamu tegang begitu, Mbak dulu juga seperti kamu, gelisah dan tegang, nih coba ya..? Kamu tutup mata kamu, tarik nafas dalam-dalam..!” kata-kata Widya terputus begitu ujung di kepala kemaluanku menyentuh sesuatu yang hangat, basah dan kenyal.
Tapi aku tahu itu pasti bibir luar kemaluan Widya. Dengan telaten tangan Widya membimbing batang rudalku untuk mendapatkan posisi yang tepat agar jalan batang kemaluanku menembus liang kemaluannya bisa pas. Begitupun dengan pinggul Widya sedikit digoyangkan, agar posisi ujung kepala kemaluanku bisa tepat dalam jepitan bibir kemaluannya.

Aku memejamkan mata mengikuti nasehat Widya sambil merasakan geli bercampur ngilu. karena menikmati gesekan kulit kepala kemaluanku dengan bibir kemaluannya. Kuatur nafasku, dan, “Bleesss..!” begitu Widya menurunkan pinggulnya, terasa batang kemaluanku perlahan menerobos masuk ke dalam lubang vaginanya.
Ohh Tuhann..! terasa begitu lembut dan hangatnya bibir dan dinding kemaluan milik Widya ini mendekap sekujur batang kemaluanku.
“Oouhhh.. Mbaakk..!” hanya itu rintihan yang keluar dari mulutku mewakili berjuta kenikmatan yang baru kali ini kurasakan di umurku yang ke 20 tahun.
“Oouuufff.., gimana sayaaangg.., heeehh..? Enaakhh..? Aahhh.. ssttt.. aduuhhh.. gilaa..! Punya kamu.., uufff.. adduhh.., benar kan dugaan Mbak tadi..? Oouugghh.. gila..! Punya kamu gede banget.. tau nggak sih..? Aassshhtt… Menuh-menuhin bungkusnya, Edaann..! Uufff.. adduuhh..” rintihan Widya bersahutan dengan desahan nikmatku.
“Yahh.., ya Mbakkk..! Pantesan ya Mbak.., oouusshh… pantesan kk.. kata orang making love itu.., aduuhh.. sshh.. nikmat sekali..!”

Perlahan Widya mulai menggerakkan pinggulnya naik turun, sedangkan aku hanya bisa menggigit bibirku merasakan desiran nikmat yang baru kali ini kurasakan. Desiran nikmat itu bertambah seiring dengan semakin cepatnya gerakan naik turun pinggul Widya di pusat selangkanganku. Apalagi begitu gerakan pinggul Widya bukan hanya naik turun, tetapi disertai dengan berputar-putar yang membuat batang rudalku seperti dipelintir. Sekujur tubuhku bergetar,perasaanku terbang melayang menjemput nikmat yang teramat sangat. Sementara kedua tangannya meremas-remas kedua payudaranya sendiri, seolah ingin menambah rangsangan untuk dirinya sendiri.

Sekitar 5 menit kemudian, gerakan Widya seperti orang kesurupan.
Dia mendesis panjang, matanya terbalik, “Praammm.., uugghhh.. esshhttt… akhh.. akkuu.. hampir.., yaahh.. yaaahhh… yaaahhh… Gilaa..! Enak bangett..! Oouuufff..”
Dan rintihan itu tiba-tiba terhenti, tubuh Widya mengejang, sesaat kemudian Widya menjatuhkan tubuhnya di atas tubuhku, memeluk leherku kencang dan mulutnya melumat bibirku dengan buas. Aku sendiri terkejut, entah apa yang dirasakannya. Yang kurasakan bibirku nyeri dilumat oleh bibirnya, dan entah dari mana tiba-tiba pangkal pahaku terasa basah tersembur cairan hangat yang mungkin dikeluarkan oleh vagina Widya.

“Edan kamu Pram..! Hehh.. ssthh.. uufff.., baru kali ini dalam satu babak Mbak kalah dua kali..! Ntar dulu ya..? Oohhh…”. Habis berkata begitu, Widya menciumi pipiku lembut dan mesra, sambil tangannya mengelus rambutku yang sudah acak-acakkan. Widya menatapku dengan matanya yang sayu, “Kayaknya aku kok mulai sayang kamu ya..? Wah gawat nih Mbak nggak ingin kehilangan kamu…” Widya melanjutkan perkataannya. Aku hanya menatap Widya dengan pandangan bingung, sementara rudalku masih tetap menancap dengan gagahnya di jepitan lubang kemaluan Widya yang sudah sangat becek itu.

“Mbak.., eengg… Mbak akhh.. ak.. akuu.., ee..,” belum tuntas ucapanku, Widya memotong, “Iya sayang, Mbak tau..! Kamu pingin dikeluarin kan..? Kerasa kok di memek mbak, punya kamu berdenyut-denyut, hi..hi..kaciaannn..!”
Habis berkata demikian, Widya kembali menciumi wajahku, lalu menjalar ke arah leher, terus ke belakang telingaku.
“Kasian kamu sayang..! Coba deh rasakan ini..”
Aku hanya bertanya dalam hati, apa maksud dari perkataan Widya baru saja. Namun kebingunganku hanya beberapa detik, karena terjawab oleh remasan otot-otot di kemaluan Widya yang meremas-remas sekujur batang rudalku.

“Oohhh.., Mbakk… uufffsss.. Mbak..! Aduhhh.. nikmatnya…” desahku tidak menentu. Kalau dibiarkan, bisa kacau nih, aku bisa keluar tanpa memberikan perlawanan yang berarti. Tanpa mengeluarkan kemaluanku pada vaginanya, tanpa di diduga oleh Widya, aku merubah posisiku, dimana sekarang aku yang di atas menindih tubuh Widya. Kulihat Widya sedikit terkejut, namun dia hanya tersenyum melihat ulahku.
“Gantian ya Mbak..? Sekarang Mbak istirahat aja menikmati semuanya.”
Sambil berkata begitu, aku menaikkan kedua kaki Widya yang jenjang itu ke atas pundakku.
“Adduuhh.., kok kamu tau sih posisi gini..? Posisi kayak gini Mbak paling suka lho..! Ayoo..! Kok diam saja..? Mbak ‘emut’ lagi lho punya kamu sama memek Mbak, nih rasain..!” ancamnya.
Benar saja, ancamannya betul-betul di buktikan, kembali kurasakan batang rudalku terasa diremas-remas dengan lembut oleh liang kemaluan Widya.

Memang aku kalah jauh pengalaman di bidang seks, namun dasar sifatku yang tidak mau kalah, aku mencoba mengimbangi permainan hisapan vagina Widya. Perlahan kumulai menggerakkan batang kemaluanku keluar masuk di jepitan bibir vagina Widya yang masih terus mengemut batang kemaluanku. Dari gerakan perlahan, aku mencoba menaikkan tempo, semakin cepat rudalku menggelosor maju mundur pada lubang kemaluan Widya. Semakin lama denyutan bibir kemaluan Widya terasa melemah, seiring desahan nafasnya semakin keras terdengar menebar nafsu birahi.
“Iyyaa..! Terus..! Yaahh gituu..! Aduuhh Pramm..! Enak banget..! Terus tambah kenceng..!”
Disela-sela rintihan Widya, aku mendengar kecipak air lendir di setiap hantaman batang kemaluanku yang merojok-rojok seisi relung-relung liang vagina Widya.

Posisi kaki Widya sekarang menjepit punggungku yang otomatis ikut naik turun seirama gerakan naik turunnya pinggulku.
“Oouuuhh.., Mbakk..! Aku baru merasakan enaknya ML ya Mbak..? Aduuhhh.. enakk.. tenan Mbak..!” aku yang memang baru merasakan nimatnya bersetubuh dengan seorang wanita, benar-benar merasakan nikmatnya surga dunia ini.
Detik demi detik tidak kulewatkan, kuresapi betul phenomena ini dari ujung rambut sampai ke ujung kaki.
“Pramm.., uuff.. ssstt.. Pram.. oohhh.., aduhh Gusti..! Adduuhhh.. gawat..! Mbak mau… uuffsshhtt.., Mbak mau keluarrr.., yaahhh… teruss..! Dikit lagi.., yaahh.. yaahh.. eesshhtt.. essshh.. aahhh..!” terlihat mata Widya membuka lebar, namun yang terlihat hanya putihnya saja, entah dimana pupil hitam di matanya itu, pelukannya tambah erat, dan jepitan kedua kakinya tambah kuat menjepit pinggulku yang semakin cepat menghantam selangkangannya.

Beberapa detik kemudian, kembali kemaluan Widya berdenyut-denyut yang menandakan dia kembali meraih orgasmenya yang ketiga kali. Sedang aku entah dikarenakan denyutan liang kemaluan Widya atau apa, sesaat lagi seperti akan memuntahkan semua isi dari batang rudalku. Benar saja, kenikmatan yang kurasakan itu seperti merambat naik ke puncak dan terpusat pada batang kemaluanku.
“Ooouuhh.., Mbak.., adduuhh.. Mbaakk..! Yaaahhh.. oouuhhh Godd..!” terasa ada aliran pada batang rudalku menuju ujung di kepala kemaluanku, dan, “Sreett.. serr.. sseerrr…” entah berapa kali air maniku menyembur dari pucuk kemaluanku menyerbu masuk dan membasahi setiap relung pada dinding kemaluan di seantero lubang kemaluan Widya.

Beberapa menit kemudian, “Mbaakk.., hilang deh perjakaku diambil Mbak Widya..!” aku pura-pura merengek di depannya, sementara batang kemaluanku masih menancap pada lubang vagina Widya.
“Iya deh maaf yaa..? Kamu menyesal..?” Widya menyahut sambil mengecup pipiku dengan perasaan sayang.
Aku hanya menggeleng, lalu disambungnya lagi, “Pram, Mbak serius lho, kayaknya Mbak ada perasaan sayang deh sama kamu. Kepolosan dan kejujuran kamu itu yang membuat Mbak suka kamu. Tadinya Mbak hanya mau membalas perlakuan pacar Mbak itu, tapi kok rasanya malah memang Mbak sayang kamu. Lagian kejantanan kamu jauh di atas dia, Mbak sampai kepayahan menahan gempuran kamu. Kamu tau kan Mbak tadi orgasme sampai tiga kali..?”

Aku mengangguk, “Iya Mbak, aku tahu, Mbak tadi keluarin lendir tiga kali, pertama pakai mulutku, yang kedua dan ketiga pakai si ‘Adek’..!”
Aku mengibaratkan batang rudalku dengan sebutan ‘Adek’. Mbak Widya tersenyum mendengar perkataanku tadi, “Hemmm.., boleh juga tuh, nama kesayangan punya kamu ‘Adek’ aja ya..? Iya nih, si ‘Adek’ bikin Mbak dehidrasi, kekurangan cairan tubuh..!”
Terasa batang rudalku berangsur lemas, dan tidak lama kemudian tercabut dengan sendirinya dari segala kehangatan dan kebasahan pada liang surga milik Mbak Widya ini. Kulihat cairan maniku tumpah kembali keluar bercampur dengan lendir milik Mbak Widya. Sekonyong-konyong Mbak Widya menempelkan telapak tangan kanannya di mulut kemaluannya sendiri.

Aku terbengong menyaksikan ulahnya, “Mau ngapain nih orang..?” batinku.
Seperti mengetahui akan kebingunganku, Widya hanya tersenyum, lalu dia berkata, “Pram, mani seorang perjaka konon rasanya sangat lezat, makanya Mbak ingin mencicipi mani kamu. Toh tadi kamu juga udah ngerasain cairan lendirku kan..? Apa salahnya kalau Mbak juga ingin merasakan dan mencicipi sperma kamu..?”
Setelah dirasa cukup, Widya menarik tangannya yang tadi menutupi selangkangannya, terlihat di telapak tangannya penuh dengan cairan spermaku. Tanpa ragu-ragu cairan sperma di telapak tangannya dibawa ke depan mulutnya dan langsung direguk perlahan, sambil dikecap terlebih dahulu dengan matanya sedikit terpejam, seolah Widya sedang menikmati sebuah minuman terlezat yang pernah dirasakannya.

Diseruput sedikit demi sedikit sampai akhirnya cairan sperma itu habis. Seperti tidak puas, telapak tangannya dijilat seolah tidak rela ada sisa spermaku yang tertinggal di telapak tangannya.
Aku tertegun dan meringis dengan semua ulah Widya, “Nggak jijik toh Mbak..? Apa sih rasanya, kayaknya kok sampai segitunya..?”
Widya langsung menyahut ucapanku, “Lho kamu sendiri tadi apa nggak jijik menghisap habis lendir Mbak..? Hayo..? Air mani kamu bener-bener lezat, gurih nggak seperti air mani pacar Mbak, bau..! Kalau lagi berkencan dengan dia terus sperma dia keluar, Mbak sampai muntah. Gimana ya..? Sperma kamu bener-bener putih dan bersih, Mbak suka banget dengan sperma kamu, bikin Mbak ketagihan deh kayaknya.”
Kemudian kami membersihkan diri dan kulihat jam sudah menunjukkan pukul 05:00 dini hari. Sambil berpelukan, kami pun terlelap bersama.

Demikianlah, setelah itu kami masih sering mengulangi perbuatan itu pada beberapa kesempatan, sampai akhirnya Widya kembali ke pacarnya yang dulu dan kudengar mereka akhirnya menikah. Kalau diingat kembali, aku hanya tersenyum sendiri dengan pengalaman pertamaku bersetubuh dengan seorang wanita. Ya, dengan Widya lah pertama kali kurasakan nikmatnya tubuh wanita dan yang merenggut keperjakaanku.

T A M A T

Iklan

Pengalaman Pertamaku (2)

Widya bangkit dari tubuhku, dia berdiri di atasku dan tanpa malu-malu lagi Widya melorotkan sendiri celana pendek yang dikenakannya sekaligus celana dalamnya, namun kaosnya tidak ikut dilepas. Melihat aksi wanita cantik itu, aku hanya bengong dan berkali-kali menelan ludah menahan nafsu yang kian memburu. Lalu tanpa diduga, Widya berdiri tepat di atas wajahku yang masih tiduran di lantai, dikangkanginya kedua kaki jenjang miliknya itu, hingga bulu-bulu lebat di sekitar selangkangannya jelas terlihat. Juga terlihat menyempil secuil daging kemerahan menutupi lubang kemaluan milik Widya yang sangat indah. Sepertinya Widya membiarkanku menikmati sesaat pemandangan indah yang baru kali ini kunikmati.

Sambil tersenyum, perlahan Widya menurunkan tubuhnya, berjongkok di atas dadaku. Sudah ratusan kali aku menelan ludahku sendiri menahan gejolak gairah yang benar-benar baru pertama kali sensasi yang diperlihatkan wanita seperti ini dalam hidupku. Dengan posisi dimana Widya duduk di atas dadaku, kemaluan Widya yang hangat dengan bulunya yang lebat dan sedikit kebasahan terasa menyentuh kulit di dadaku. Perlahan dibuka kedua pahanya semakin melebar, memperlihatkan semakin jelas bentuk kemaluan seorang wanita, karena kemaluan Widya sekarang hanya berjarak sekitar 10 cm di depan wajahku.

Kuperhatikan dengan seksama, “Ooo, begini toh memek cewek itu..!” kataku dalam hati.
Tampak jelas sekarang secuil daging kemerahan yang tadi terlihat, yang ternyata adalah bentuk dari bibir luar kemaluan wanita. Terlihat sedikit terbuka, memperlihatkan bibir bagian dalam lubang kemaluan milik Widya tersebut. Sementara di bagian pucuk atas bibir kemaluan itu bertengger dengan indahnya secuil daging berwarna merah muda menonjol keluar. Aku menduga ini pasti klitoris atau kelentit wanita.

Ada sekitar 3 menit aku terpana memperhatikan semua pemandangan dahsyat yang baru kali ini kunikmati dalam hidupku.
“Aduuhh..!” aku menjerit kecil kaget ketika tangan Widya mencubit pipiku.
“Iiihh.., kamu ngeliatin apa sih Pram..?” Widya bertanya pura-pura tidak tahu.
Wajahku terasa panas menahan malu.
“Cuma mau dilihatin aja ya..?” kembali Widya membuatku sedikit kikuk.
“Eehh.. ohh.. nggak, habis punya kamu bagus sih..!” aku menjawab sekenanya, karena tidak tahu apa yang harus kukatakan.
“Ah masa sih..?” sahutnya, lalu seperti memancing gairah kelakianku, jari telunjuk di tangan Widya mengusap-usap bagian klitorisnya sendiri, dipelintir sedemikian rupa hingga sepertinya benda kecil di kemaluan Widya itu tambah mencuat keluar.

“Masa sih memekku bagus heh..? Bagus apanya..? Kalau bagus kok cuma diliatin aja..? Heh..?” Widya menyambung perkataannya. Perlahan Widya menggerakkan pantatnya beringsut ke depan, menyodorkan kemaluannya seperti dipersembahkan kepada mulut dan bibirku. Sekarang jarak liang vagina Widya dengan wajahku hanya tinggal sekitar 5 cm. Dan kontan merebak aroma khas kemaluan seorang wanita menusuk hidungku. Sebuah aroma dan bau yang juga baru kali ini aku rasakan. Begitu harum dan lembut seperti bau daun pandan. Sesaat aku memejamkan mata menikmati aroma yang tercium lembut, gurih menembus hidungku.

“Iiihhh.., nih anak..! Ngapain sih..? Kayaknya kok dari tadi cuma ngeliatin aja, sekarang cuma mencium baunya aja..!” suara Widya sontak membuyarkan lamunanku.
Kulihat wajahnya terlihat cemberut. Aku tersenyum melihat ulahnya.
“Iya Mbak! Mosok nggak boleh sih aku menikmati dulu harumnya kemaluan Mbak..? Beneran kok Mbak, memek Mbak haruummm… banget..!” aku mencoba merayu Widya.
Langsung ditanggapi olehnya, “Iya apa..?! Tapi katanya mau mencoba ngerasain, kok didiamkan aja, lagian… Ooouuhh Pram..! Ouufffsshh… aduhh nakal kamu..! Yaahh.., gitu dong… sshhttt..!” omongan Widya terputus begitu aku mulai mengangkat kepalaku guna menjulurkan lidahku dan menjilat bibir luar kemaluannya, karena aku sendiri sebenarnya sudah tidak sabar ingin segera merasakan dan mencicipi bagaimana sih rasa kemaluan wanita.

Lubang kemaluan Widya yang sudah setengah merekah itu begitu mengundang hasratku untuk menyusupkan lidahku ke dalamnya. Perlahan kusapu bibir kemaluan Widya bagian bawah, dan.. eehh ternyata ada sedikit kebasahan disitu, sejenak kukecap kebasahan berupa lendir bening yang dikeluarkan liang surga milik Widya itu.
“Hhmmm.., lezat sekali..!” kataku dalam hati sambil meresapinya.
“Ehh Mbak, eee.. enak juga ya Mbak..?” ujarku sambil menikmati rasa gurih lendir itu.
Sambil merintih manja, Widya menyahut, “Ouuhh Pram.., itu baru lendir pelumas aja, coba deh nanti.. oohh.. sstt.. kamu akan tambah menikmati lendir yang keluar kalau aku orgasme nanti, makanya kamu harus berusaha membuatku puas, Pram..!”
Sementara pahanya dibuka semakin lebar memberi ruang gerak lebih leluasa buat lidah dan mulutku bergerak.

Kembali aku menjulurkan lidahku menyusup diantara belahan bibir kemaluan Widya sambil dibantu oleh jari-jarinya yang menguakkan belahan itu semakin lebar.
“Oouuhh… oouufff.. ssttt.., yah begitu sayanggg… terus masukkan lidah kamu lebih dalam..! Yaahhh.. teruusss.. ooughh..” erangan Widya terdengar lembut dan bergairah menikmati sentuhan lidahku.
Apalagi petualangan lidahku mulai menyentuh secuil daging kelentit yang sudah terasa semakin keras mencuat keluar dan membuat Widya merintih keras.
“Prammm.., yahhh.. betull..! Teruss.., yang lembut sayanggg..! Ooufff… eessshhhttt… ssttt.. edann..! Enak banget..! Aduuhhh.., eesshhh… kamu ternyata.. uuufff… ternyata pintar juga… eesshhttt…” desahnya tidak berhenti.
Sebenarnya aku hanya mempraktekkan apa yang selama ini kulihat di film BF, bagaimana cara perlakuan oral sex pada liang kemaluan wanita.

Kembali terasa di lidahku lendir yang keluar dari liang kemaluan Widya semakin banyak. Oohhh Tuhan! Ternyata betapa nikmatnya rasa lendir kemaluan wanita itu. Aroma harum kemaluan milik Widya semakin tajam menusuk hidungku seiring semakin banyaknya lendir itu membanjir keluar dan membuatku semakin bernafsu terus menjilati seantero kemaluan Widya, terutama klitoris yang berwarna merah muda itu memang sangat membangkitkan hasratku untuk lebih bernafsu menjilatinya. Daging kelentit itu terus kusentil dengan lidahku dengan irama yang teratur, baik ke samping maupun ke atas dan ke bawah.
“Adduuuhhh… Praaammm… eesshhhttt… pintar sekali kamu..! Yahhhh begitu.., teruusss… duhh Gusti.. nikmat sekali..! Adduuhh.., kayaknya aku mau sampai nih..! Terusss…!” rintihan Widya terdengar semakin keras, dan malah sekarang seperti menjerit kecil, apalagi entah perintah dari siapa, aku yang tadi membuat gerakan menjilat, sekarang mulai memagut kelentit itu dan langsung kukulum layaknya mengulum permen.

Kukulum dan kuemut dengan mulutku daging kelentit milik Widya dengan gemas bercampur nafsu. Kontan tubuh Widya kelojotan, menggelinjang hebat merasakan nikmat yang amat sangat di pusat kenikmatan yang terletak pada kelentitnya. Bongkahan pantat milik Widya yang tadi menduduki dadaku, entah refleks atau apa, sekarang semakin maju dan aku yang tadi agak mengangkat kepala untuk menggarap kemaluannya dengan mulutku, sekarang bisa bersandar pada bantalan sofa di lantai, karena bongkahan pantat Widya sekarang tepat di atas kepalaku. Sekarang posisi tubuh Widya duduk bersimpuh yang mana kepalaku otomatis tenggelam di jepitan kedua pangkal pahanya.

Posisi demikian terus terang membuatku sulit bernafas, apalagi mulutku masih terus mengulum dengan buasnya daging kelentit milik Widya yang sepertinya terasa semakin tegang dan keras.Sementara dari sela-sela bulu kemaluannya, aku masih sempat melihat kedua tangan Widya meremas-remas kedua payudaranya seperti berusaha menambah rangsangan terhadap dirinya. Terlihat juga kepala Widya mendongak ke atas dan kedua bola matanya mendelik-delik serta pupil hitam di matanya sudah tidak terlihat, hanya terlihat warna putihnya saja.
“Prammm.. enngg… ooouukkhhh… essstthhh… Ya ampun Tuhann..! Adduuuhh.. yyaaahhh… sedikit lagi… yahhh.. uufff… kkhh.. kk.. ka.. kamu ingin merasakan.., ouuhhh… ingin mencicipi lendirku kaann..? Yaahhh… sedikit lagi… dikiiit lagi sayaaanggg..! Makanya.., uughhh… emut terus..! Adduuhhh.., lebih keras lagi. Yaahhh.., terus hisap.., teruusss… emut yang kuat sayang, yaahhh begitu..!” jeritan dan rintihan kenikmatan Widya terdengar putus-putus, sementara aku terus menghisap sambil menarik-narik kuat kelentit itu masuk ke dalam mulutku.

Dan tiba-tiba suara desahan itu berhenti. Sama sekali tidak terdengar jeritan maupun rintihan Widya, yang ada hanya tubuhnya bergetar hebat, kelojotan yang membuat pantat dan pinggulnya bergoyang kesana kemari, namun pagutan dan hisapan mulutku pada kelentitnya tetap tidak kulepaskan, mau tidak mau kepalaku ikut bergerak mengikuti gerakan liar bongkahan pantatnya,padahal tanganku yang dari tadi meremas-remas bongkahan pantat milik Widya itu sudah berusaha menahan gerakan liarnya itu. Aku tetap bertekad mempertahankan posisi mulutku menghisap dan memagut daging kelentit Widya.

Semenit kemudian kelojotan tubuh Widya terhenti, yang kurasakan tubuhnya meregang hebat, kedua pahanya kejat-kejat menghimpit kuat kepalaku yang membuatku sangat sulit untuk bernafas, namun aku rela menahan nafas hanya untuk menanti apa yang terjadi pada saat-saat dimana Widya akan menjemput puncak kenikmatan sejatinya.
Kembali Widya menjerit-jerit, “Aahhh.., essshttt… ituu..! Yahh.. ituu..! Aduuhhh.. enakkhh… enak banget..! Aahh.. esshhtt… aduuhhh.. ini sayangg..! Yaaahh.., ini aku keluarin ya..? Oouuuffssshhtt… nikmatt sekaliiii.., yaaahhh..!”

Benar saja, beberapa detik setelah itu, terasa di lidahku semburan hangat cairan lendir itu keluar tertangkap di ujung lidahku, mengalir menerobos masuk ke dalam mulutku, terus menyerbu ke dalam kerongkonganku dan langsung kutelan. Benar seperti yang dikatakan Widya, lendir bening yang dikeluarkan lubang kemaluannya benar-benar sangat lezat, gurih dan ada sedikit rasa manis bercampur asin. Sungguh suatu sensasi yang baru pertama kali kualami dalam hidupku.

Entah mungkin ada 5 atau 6 kali mulutku menangkap semburan cairan lendir yang membanjir keluar dari lubang kemaluan Widya. Saking derasnya aliran lendir itu menyembur mulutku sampai tersedak. Dan semburan cairan itu semakin melemah sampai akhirnya berhenti sama sekali, hanya berupa tetesan-tetesan saja yang tentu tidak kulewati begitu saja. Jepitan kedua paha Widya di kepalaku terasa mengendur, hingga aku dapat mengambil nafas panjang. Kuhirup udara dalam-dalam karena ada lebih semenit aku menahan nafas sampai dadaku terasa sesak. Namun pengorbanan itu kuanggap sesuai dengan sensasi dasyat yang kudapatkan melalui hisapan dan jilatan mulut serta lidahku di setiap inchi pada lubang kemaluan Widya, hingga mimpiku bisa menjadi kenyataan untuk merasakan nimatnya, lezatnya, enaknya cairan lendir yang dikeluarkan liang vagina seorang wanita.

Detik berikutnya Widya merebahkan tubuhnya di atas tubuhku, dengan posisi pinggulnya masih menindih dadaku, punggungnya menindih batang kemaluanku tapi kepalanya di atas kakiku dan kedua kakinya menjuntai lurus melewati atas kepalaku. Sementara tubuhku bagian atas mulai dari dada hingga wajah basah oleh cairan lendir yang hangat, terasa melekat pada pori-pori di permukaan kulitku. Dada Widya terlihat naik turun beriringan dengan nafasnya yang naik turun sisa dari kenikmatan yang baru saja dicapainya.

Selang beberapa menit kemudian setelah nafasnya mulai teratur, Widya bangkit dari tubuhku, dan dapat kulihat dengan jelas raut wajahnya yang memerah, dengan rambut yang berantakan, namun justru menambah keseksiannya.
Sambil tersenyum manis, dia berkata kepadaku, “Ouhhh Pram.., aku benar-benar nggak menduga, kamu begitu lihai dengan permainan mulutmu, padahal kamu belum pernah selain dengan aku kan..? Apa kamu bohong ya..?”
Aku menyahutnya dengan serius, “Lho kok nggak percaya Mbak..? Memang aku sudah pernah punya pacar 2 kali, tapi demi Tuhan, pacaranku sebatas ciuman thok..! Nggak lebih, swear Mbak..!”
Widya tersenyum geli melihat kepolosanku, “Iya.. ya.. aku percaya..! Lagian seandainya kamu bohong pun, aku nggak keberatan kok, masa bodo..! Yang penting aku enak, habis mulut dan lidah kamu itu lho bikin aku terbang ke awang-awang, nggak tau deh kalau senjata kamu itu bisa juga bikin aku terbang melayang nggak…”

Widya menanggapi keseriusanku dengan kerlingan nakal matanya yang menggoda. Tetapi habis berkata begitu, tangannya meraih batang kemaluanku yang dari tadi berdenyut-denyut. Diusapkannya perlahan batang rudalku dengan jari-jarinya yang lembut. Aku berdebar menanti aksi Widya selanjutnya. Setelah puas mengurut dan meremas-remas kemaluanku, Widya memposisikan tubuhnya berjongkok di atas perutku. Aku masih menduga-duga apa yang akan dilakukannya. Sepertinya dia akan menyusupkan batang kemaluanku pada lubang vaginanya dengan posisi seperti itu. Dadaku semakin berdebar menanti saat-saat dimana aku akan merasakan pertama kali dalam hidupku bagaimana nikmatnya bersanggama dengan seorang wanita.

Pengalaman Pertamaku (1)


Saya adalah seorang karyawan di sebuah instansi pemerintah di bagian administrasi. Umur Saya saat ini 30 tahun. Saya Mau cerita pengalaman pertama kali Saya melakukan hubungan sex. Waktu itu itu umur Saya masih relatif muda kira-kira 16 tahun masih duduk di SMA kelas 1. Sejak SD Saya sudah sering baca buku buku porno yang stensilan pinjem dari temen-temen . Saya juga sering melihat foto-foto porno orang lagi begituan…kalo sudah baca buku porno wah burung Saya keras banget dan tegang sekali rasanya ada seer serrr gitu dikepala burung Saya yang kayak helm bentuknya.

Saya termasuk anak yang bongsor.. karena untuk ukuran kelas 1 SMA badan Saya sudah lebih tinggi dari babeh Saya, dan juga tulang-tulang Saya termasuk kekar dan besar…… Tapi yang paling Saya tidak tahan adalah itu tuch penis Saya kalo lagi tegang .. Gedeee banget….pernah Saya ukur ama temen Saya waktu itu kita sama sama telanjang di kamar mandi kolam renang.. dan waktu di banding ama temen-temen Saya, Saya punya paling panjang dan gede… dan pernah Saya ukur waktu itu kira-kira panjangnya 17 Cm… Yang paling Saya tidak tahan adalah kalo lagi di kelas Saya suka perhatiin mami Ina guru Bahasa Inggris… kadang-kadang tanpa sadar kalo Saya liat itu mami guru lagi duduk dan pahanya yang putih agak sedikit tersingkap … burungku langsung mengeras… dan menonjol kedepan… kalo lagi gitu Saya berdoa moga-moga jangan di suruh kedepan kelas…

Saya punya temen deket sekelas namanya Joko, kita punya hobi dan khayalan yang sama… sering cerita tentang buku porno yang kita baca, dan kita juga sama-sama tergila-gila sama mami guru Ina yang berasal dari tanah Minang. Kalau mami guru Ina lagi nulis di papan kita berdua suka cekikikan memperhatikan betis mami ina yang indah, putih dan berisi dan pinggulnya juga cukup besar dan padat. Gilanya kita berdua suka mengkhayal menjadi kekasih mami ina dan melakukan hubungan sex seperti yang di buku-buku porno dengan mami ina… wah kalo lagi menghayal berdua… burung kita ampe keras banget.. Temen Saya si joko pernah nyarannin Saya … eh Bram lu kalo mau tahu rasanya hubungan sex ama mami ina gampang.. caranya lu di kamar mandi bayangin mami ina.. terus lu kocok burung lu pake sabun.

Karena pengen tahu waktu itu Saya coba…wah memang enak mula-mula… burung Saya makin lama makin gede dan keras seperti batu… tapi sudah Saya kocok-kocok ampe sejam lebih kok ntidak keluar-keluar .. akhirnya Saya bosan sendiri dan cape sendiri…. terus besoknya Saya cerita ama Joko .. dia bilang wah tidak normal loe…. sejak itu beberapa kali Saya coba pake sabun tapi tidak pernah berhasil…. akhir Saya jadi males sendiri… ngocok pake sabun.

Nah ini awal mula cerita Saya… waktu itu pembantu rumah tangga Saya keluar, lali kami dapet lagi pembantu baru berasal dari Tasikmalaya, orang sunda, umur nya kira-kira 27 tahun. Orangnya memiliki kulit kuning langsat wajahnya cukup cantik apalagi kalau lagi tersenyum giginya putih terawat baik. Waktu baru mulai kerja aku nguping wawancaranya ama mami Saya, bahwa dia adalah janda tapi belum punya anak dia cerai ama suaminya 3 tahun yang lalu, suaminya adalah orang kaya di kampung itu tapi umurnya waktu kimpoi dengan dia sudah berusia 60 tahun dan dia menikah kira-kira 4 tahun, sekarang cerai karena suaminya balik lagi ama bininya yang tua.

Aku memanggil dia bibi Asih… dia pinter masak masakan kesukaanku seperti sop buntut wah enak banget masakannya. Orangnya sopan dan ramah sekali.. hampir ntidak pernah marah kalo di goda … Dia sudah 3 bulan kerja di rumahku.. nampaknya dia cukup betah karena kerjaannya juga tidak terlalu banyak . Nah waktu itu adalah hari Jum’at… inget banget Saya……. Nyokap Saya dapet telepon dari jakarta bahwa kakak Saya yang nomor dua sudah masuk rumah sakit bersalin mau melahirkan anak yang pertama. Mereka pergi dengan Sopir kantor babe Saya ke jakarta jum’at sore… Aku tidak ikut soalnya sabtu besok aku ada pertandingan bola basket di sekolahan. Jum’at malem aku sendirian di kamar ku baca buku porno sendirian di kamar… wah cerita bagus sekali sambil membaca aku memegang burungku wah keras sekali……… Kira-kira waktu itu sudah jam 9.00 malam… badanku terasa gerah.. habis baca buku begituan… aku keluar kamar untuk mendinginkan otakku … kebetulan kamarku dan kamarnya tidak terlalu jauh … dan aku melihat pintunya agak sedikit terbuka…..

Tiba-tiba timbul pikiran kotorku… ah ingin tahu gimana bi Asih tidurnya… lalu aku berjingkat-jingkat mendatangi kamar tidur bi Asih.. pelan pelan aku dorong pintunya…. dan mengintip kedalam ternyata Bi Asih sedang tertidur dengan pulasnya… lalu aku masuk kedalam kamarnya… Kulihat Bi Asih tidur terlentang… kakinya yang sebelah kiri agak di tekuk lututnya keatas… dia tidur menggunakan kain kebaya tapi tidak terlalu ketat sehingga betisnya agak tersingkap sedikit… aku perhatikan betisnya… kuning bersih dan lembut sekali…. kemudian aku coba mengintip kedalam kebayanya…wah agak gelap hanya terlihat samar-samar celana dalam berwarna putih.

Aku menarik napas dan menelan lsudah… aku perhatikan wajah bi Asih kalo-kalo dia bangun tapi dia masih tidur dengan lelap… lalu aku memberanikan diri memegang ujung kain kebayanya yang dekat betisnya tersebut… sambil menahan napas aku angkat pelan-pelan kain kebaya tersebut keatas… terus kusibak kesamping…. dan akhirnya terbukalah kain kebaya yang sebelah kiri dan tersingkap paha bi Asih yang padat dan putih kekuning-kuningan… Aku kagum sekali melihat pahanya bi Asih padat, putih dan berisi tidak ada bekas cacatnya sedikitpun juga… lalu aku pandang lagi wajah bi Asih ..ah dia masih lelap… aku memberanikan diri lagi membuka kain kebaya yang sebelah kanannya… pelan pelan aku tarik kesamping kanan… dan wah akhirnya terbuka lagi… kini di hadapan ku tampak kedua paha bi Asih yang padat dan kuning langsat itu…… aku semakin berani dan pelan-pelan kain kebaya yang di ikat di perutnya bi Asih aku buka perlahan-lahan… keringat dingin aku rasa menahan ketegangan ini… dan burung ku semakin keras sekali …. akhirnya aku berhasil membuka ikatan itu.. lalu kubuka kekiri dan kekanan… kini terlihat bi Asih tidur terlentang dengan hanya di tutupi celana dalam saja…..

Aku benar-benar bernafsu sekali saat itu…. Kulihat perut bi Asih turun naik napasnya teratur.. kulihat pusarnya bagus sekali… perutnya kecil kencang tidak ada lemaknya sedikitpun juga.. agak sedikit berotot kali…. pinggulnya agak melebar terutama yang di bagian pantatnya agak sedikit besar. Bi Asih memakai celana nylon warna putih dan celana itu kayaknya agak sempit.. mungkin ketarik kebelakang oleh pantatnya yang agak gede.. jadi pas di bagian kemaluannya itu ngepas banget sehingga terbayang warna bulu bulunya yang halus… tidak terlalu banyak… dan bentuk kemaluan Bi Asih lucu juga agak sedikit menggunung kayak bukit kecil…….

Pelan pelan aku sentuh vagina bagian atasnya… terasa empuk dan hangat… terus pelan-pelan kucium tapi tidak sampai menempel kira-kira 1 milimeter di depan vagina tersebut.. wah tidak bau apa-apa.. cuma agak terasa hangat aja hawanya…. Kupandangi lagi vagina yang menggunung indah itu… wah ingin rasanya aku remas tapi aku takut dia bangun…. Kulihat dia masih tidur nyenyak sekali.. dan kulihat dadanya membusung naik turun… akhhh aku ingin tahu gimana sich bentuk payudara dari bi Asih……Pelan pelan kubuka baju bi Asih.. tidak terlalu sulit karena dia hanya pakai peniti saja tiga biji… dan satu satu kubuka peniti tersebut… lalu angkat geser kesamping bajunya… wah terlihat dada sebelah kiri dan kubuka baju yang sebelah lagi… Kini bi Asih betul betul hampir telanjang tidur telentang di hadapanku…

Ahh baru pertama kali dalam hidupku menyaksikan hal seperti ini… BH bi Asih nampak sempit sekali menutupi buah dadanya yang padat dan berisi…. Aku perhatikan buah dadanya… naik turun.. dan kulihat ternyata BH tersebut punya kancing cantel dua buah di depannya pas di tengah-tengah di depan belahan dada tersebut… dengan agak gemetar aku pelan-pelan buka cantelan itu….. satu lepas… dan waktu mau buka yang satu lagi bi Asih bergerak.. wah aku kaget sekali.. tapi dia tidak bangun kali lagi mimpi…lalu aku memberanikan lagi membuka cantelan yang satu lagi…. dan akhirnya terbuka…..

Aduh susunya indah sekali bentuknya besar hampir satu setengah kali bola tenis kali… terus warna pentilnya agak merah muda… bentuk susunya betul-betul bulat.. menonjol kedepan.. Aku pandangi terus kedua buah dada tersebut …indah sekali… apalagi bi Asih pakai kalung tipis warna kuning emas dan liontinnya warna ungu itu pas deket buah dadanya… serasi sekali….

Aku semakin bernafsu… jantungku berdetak kencang sekali.. ingin rasanya meremas buah dada tersebut tapi takut bi Asih bangun dan apa yang harus kulakukan bila dia bangun… aku mulai takut saat itu…. akan tetapi hawa nafsuku sudah memuncak saat itu. hingga lupa ama rasa malu tersebut… kini bi Asi sudah setengah telanjang.. tinggal celana dalamnya saja… aku ingin tahu juga kayak apa sih yang namanya vagina itu… terus terang aku seumur itu belum pernah melihat vagina asli kecuali di foto…

Aku cari akal gimana ya… tiba-tiba aku lihat di meja bi Asih ada gunting kecil… wah aku ada akal.. nih ku ambil gunting tesebut… lalu pelan-pelan aku masukan jari telunjukku ke samping celana bi Asih di dekat selangkangannya… aku tarik pelan-pelan agar dia tidak bangun… terlihat selangkangannya berwarna putih bersih.. setelah agak tinggi aku tarik celana nylon tersebut aku masukan gunting dan pelan pelan aku gunting celana dalam tersebut.. ada kali 10 menit aku lakukan itu akhirnya… segitiga yang pas didepan vagina bi Asih putus juga ku gunting… dan aku singkap calana dalam tersebut ke atas…..

Kini aku betul-betul melihat kemaluannya Bi Asih tanpa sehelai benang pun… vaginanya bentuknya rapat sekali kayaknya tidak ada lobangnya… bulunya halus tipis… samping-samping bibir kemaluan tersebut putih bersih agak sedikit gelembung tapi belahannya betul-betul rapat…

Wah aku betul-betul sudah nafsu buta saaat itu… Aku bingung gimana nich… ingin pegang vagina tersebut tapi takut dia bangun… Ah aku nekat karena sudah tidak tahan… lalu aku buka celana pendek ku dan celana dalamku….. wah penisku sudah gede banget kayak batu panjang dan keras.. lalu aku gosok-gosok burungku pakai tanganku sendiri sambil ngeliatin payudara bi Asih dan dan vaginanya….wah tersasa nikmat sekali.. rasanya burungku sampai bunyi greng.. greng gitu.. dan nikmat sekali… rasanya seperti mau pipis.. tapi tidak keluar-keluar. aku gosok lagi yang keras sambil ngebayangin kalo penisku itu sudah berada di dalam vaginanya … tapi tidak bisa juga keluar… ada kali 15 menit aku gosok-gosok burungku….

Akhirnya aku sudah tidak tahan dan nekat.. pelan-pelan aku naik tempat tidur bi Asih…… Aku ingat seminggu yang lalu bi Asih pernah dibangunin oleh mami Saya jam sepuluh malam, waktu itu mami Saya mau minta tolong di kerokin.. nah bi Asih ini waktu di ketok-ketok pintuhnya ampe setengah jam baru bangun.. dan dia minta maaf katanya bahwa emang dia kalo sudah tidur susah di banguninnya

Inget itu aku jadi agak berani mudah-mudahan malam ini juga dia susah bangun… lalu dengan sedikit agak nekat aku angkat dan geser paha bi Asih yang sebelah kanan terus melebar.. wah untung dia tidak bangun juga.. bener-bener nich bi Asih dalam hatiku punya penyakit tidur yang gawat.. aku geser terus sampai maksimal sehingga kini dia benar benar mengkangkang posisinya… aku berlutut tepat di tengah-tengah selangkangannya…….pelan-pelan aku tempelkan burungku di vaginanya … tapi lubangnya kok tidak ada… aku agak bingung …. pelan-pelan belahan daging itu ku buka pakai jari ku.. terlihat daging warna merah jambu lembut dan agak sedikit basah.. tapi tidak kelihatan lubang.. hanya daging berwarna merah muda dan ada yang agak sedikit menonjol kayak kacang merah bentuknya.. aku berpikir mungkin ini yang dinamakan klitoris oleh kawan-kawanku…. aku buka terus sampai agak kebawah dan mentok tidak ada belahan lagi… ternyata emang tidak ada lubangnya… aku bingung….. wah gimana nich…….. tapi aku sudah nafsu banget.. lalu pelan-pelan kutempelkan helm burungku ke vaginanya ternyata…ukuran helmku itu kayaknya kegedean sekali sehingga boro-boro bisa masuk….baru di bagian luarnya saja rasanya belahan vagina bi Asih sudah tidak muat….

Tetapi ku pikir sudah kepalang basah aku tempel aja helm burung ku ke vaginanya.. wah tidak bisa masuk hanya nempel doang… tapi aku bisa merasakan kelembutan daging bagian dalam vaginanya … enak sekali hangat….. aku gosok pelan-pelan……. dan vaginanya agak buka dikit tapi tetap aja kepala burungku tidak bisa masuk… makin lama makin enak… aku benar-benar sudah lupa daratan … dan gosokanku semakin kencang dan agak sedikit menekan kedalam… aku tidak sadar kalo dia bisa bangun… akhirnya bener juga ketika aku agak tekan sedikit dia bangun dan sepertinya masih belum sadar betul..

Tapi beberapa detik kemudian dia baru aja sadar akan keadaan ini…. dia menjerit dan. Bram ngapain… aduh tidak boleh .. pamali dia bilang.. terus dia dorong tubuh ke samping dan cepat-cepat dia menutup buah dadanya dan kemaluannya…. jangan…. Bram.. keluar…. Bram… Aku seperti di sambar petir saat itu.. muka merah dan maluuuu banget tidak ketulungan… aku ambil celanaku dan lari terbirit-birit keluar….. langsung masuk kamar……rasanya mau kiamat saat itu… .. bingung banget… gimana ntar kalo dia ngadu ke orang tua Saya…. wah mati Saya….. …..

Besok paginya aku bangun pagi-pagi… terus mandi… tidak pake sarapan aku pergi kesekolah…… di sekolah aku lebih banyak diam dan melamun… bahkan ada temen Saya yang godaain Saya dengan mengolok Saya… Saya tarik kerah bajunya dan hampir Saya tabok untung keburu di pisahin ama temen Saya…dan waktu pertandingan basket… Saya.. di keluarin soalnya Saya tonjok salah satu pemain yang dorong Saya…. wah bener bener kacau.. pikiran Saya saat..itu. Biasanya Saya pulang sekolah jam 12.30… tapi aku tidak langsung pulang tapi main dulu kerumah temen Saya ampe jam 5 sore baru Saya pulang…… Ampe dirumah… bi Asih sudah menunggu di depan rumah… dia menyambutku… kok lama sekali pulangnya .. bi Asih sampe khawatir….. tadi mami telepon dari Jakarta bilang bahwa mungkin pulang ke Bandungnya hari senin sore… soalnya kakakku masih belum melahirkan, diperkirakan mungkin hari minggu besok baru lahir.

Aku hanya tersenyum kecut.. dalam hatiku wah dia tidak marah sama aku… baik sekali dia… … aku langsung masuk kamar… dan mandi sore…… terus tiduran di kamar….. Jam 7.00 malam dia ketuk kamarku den.. den… makan malamnya sudah siap…. Aku keluar dan santap malam… lalu setelah selesai aku nonton TV.. dia beres-beres.. meja makan… selama dia memberekan meja.. aku mencuri-curi pandang … ah dia ternyata cukup cantik juga…badannya sedang tidak tinggi dan bisa di bilang langsing.. hanya ukuran dada dan pinggul bisa dibilang cukup gede……. bener bener seperti gitar……setelah selesai aku panggil dia… bi. bi…. tolong dong aku di bikinin roti bakar.. aku masih laper nich…baik den…. terus dia bikiin aku roti bakar dua tangkap….dan menghidangkannya di depan aku….dan dia langsung mau pergi….. tapi aku segera panggil lagi bi Asih jangan pergi dulu dong…….dia Jawab ada apa den…. ehmmmm itu bi emmm bi Asih tadi cerita tidak ama mami soal semalam….. dia senyum wah mana berani bibi cerita…. kan kasian den Bram…. lagian kali bi Asih juga bisa kena marah….wah lega hatiku… bi Asih makasih ya.. dan maaf ya yang tadi malem itu…maaf celana bibi Asih rusak.. soalnya… emmm soalnya…. aku tidak tahu harus ngomong apa…..Tapi kelihatannya bi Asih ini cukup bijaksana… dia langsung menjawab iya dech den bi Asih ngerti kok itu namanya aden lagi puber… ya khan…aku tertawa.. ah bi Asih ini sok tahu ah…. dia juga tersenyum terus bilang den hati-hati kalo lagi puber…jangan sampai terjerumus…… Kembali aku tertawa… terjerumus ke mana… kalo ke tempat yang asyik sich aku tidak nolak… bi Asih melotot eh jangan den… tidak baik…. Terus dia langsung menasihati aku… dia bilang maaf ya den Bram menurut bibi .. den Bram ini orangnya cukup ganteng… pasti banyak temen-temen cewek den Bram yang naksir… bi Asih juga kalo masih sebaya den mungkin naksir juga ama den Bram hi hi hi nah den Bram harus hati-hati.. jangan sampai terjebak… lalu di suruh kimpoi… hayo mau ngasih makan apa…

Tiba-tiba ada semacam perasaan aneh dalam diriku aku tidak tahu apa itu…. terus aku jadi agak sedikit berani dan kurang ajar ama dia….. Aku pandang dia…. terus aku bertanya… bi … bi Asih khan sudah pernah kimpoi khan… gimana sich bi rasanya orang begituan…….dia nampak terbelalak matanya dan mukanya agak besemu merah… lalu aku sambung lagi .. jangan marah ya bi.. soalnya aku bener-bener ingin tahu katanya temen-temenku rasanya kayak di sorga betul tidak… dia diam sebentar… ah tidak den selama bi Asih kimpoi 4 tahun.. bibi tidak ngerasa apa-apa… maksudnya gimana bi….masa bibi tidak begituan ama suami bi Asih… eh maksud bibi.. iya begituan tapi.. tidak sampai 1 menit sudah selesai…..

Aku semangkin penasaran.. ah masa bi… terus itunya suami bibi ampe masuk kedalam tidak…..
EEhhh ngaco kamu… dia tertawa tersipu-sipu… ehmm tidak kali ya… soalnya baru didepan pintu sudah loyo…. hi hi…..
eh sudah ah jangan ngomong begituan lagi.. pamali dia bilang… lagian bi Asih khan sudah cerai 3 tahun jadi sudah lupa rasanya….
sambil tersenyum dia mau beranjak bangun dan pergi…. ehh bi bi..bi tunggu dong… temenin aku dulu dong…. lalu dia bilang eh sudah besar kok masih di temenin bibi sudah cape nich… tapi setelah ku bujuk-bujuk akhirnya dia mau menami ku nonton TV dan ngobrol ngalor ngidul tidak terasa sudah jam 9.00 malam.. diluar mulai hujan deras sekali… dingin juga rasanya… bi Asih pandai juga bercerita… cerita masa remaja dia… rupanya dia sempat juga mengeyam pendidikan sampai kelas 2 SMP…….

Aku duduk di sofa panjang.. bi Asih duduk di karpet bawah… terus aku panggil dia bi sini dech… tolong liatin dong ini ku di bagian pinggang belakang kok agak nyeri… bi Asih datang dan pindah ke sofaku.. mana den ini nich aku tarik tangannya kepingang belakang ku… .. lalu dia dia bilang tidak ada apa-apa kok… ….Saat itu tiba-tiba timbul lagi pikiran mesumku mengingat kejadian malam kemarin dan bi Asih tidak marah… kalo sekarang aku agak nakal dikit pasti bi Asih tidak bakalan marah…. Lalu aku bilang ini bi Asih tapi dia matanya meram ya…… dia tersenyum dan menganguk… lalu memejamkan matanya…. nah ini aku pikir kesempatanku….. aku pegang kecang-kencang pergelangan tangan bi Asih… lalu aku buka resleting celanaku dan aku tarik kebawah celana dalamku…. burungku masih setengah besar belum gede banget…….. Lalu aku tarik tangan bi Asih dan letakkan di atas burungku…. dia bilang ehhh apa ini… lalu aku bilang eh awas jangan buka matanya ya… dia nganguk dan tanya lagi apa sich ini kok anget… Begitu tersentuh tangan bi Asih penisku mulai berdiri dengan gagah sekali dan mulai membesar cepat sekali… rupanya dia curiga .. dan membuka mata… eh pamali dia bilang…. tapi aku tahan terus tangannya dan aku pandangi matanya.. dia tersenyum malu dan tersipu.. dengan lirih dia bilang jangan den tidak sopan….tapi aku bilang tolong dong bi… ingin banget dech…..

Kayaknya dia kasian sama aku… dia mengangguk… dan bilang.. cepetan ya den sebentar aja jangan lama-lama dan tidak boleh macam-macam…ntar kalo orang tua aden tahu dia kena marah.. dan dia bilang eeeh ih kok gede banget sich den…iya jawabku singkat…lalu tangan dia menggenggam burungku dengan lembut dia gosok-gosok dari ujung kepala sampai kepangkal burungku… kira-kira 10 menit… dengan agak serak dia bilang sudah belom den…..

Saat itu aku merasa melayang… dan ntah gimana tiba-tiba keberanianku timbul… aku pegang lengannya terus naik ke bahu… leher.. pelan-pelan turun ke dadanya… dia bilang eh den mau apa… tapi aku pura-pura tidak denger tanganku terus turun dan sampai kedadanya yang agak membusung kedepan.. dia agak sedikit bergetar badannya.. dia bilang dengan halus jangan den….jangan. tapi dia tidah menepis tanganku… aku semakin berani… pelan-pelan aku remas dadanya kiri kanan bergantian… nampak napas dia agak memburu.. aku semkin berani lagi… teringat akan bentuk buah dadanya yang indah tadi malam.. maka dengan sedikit nekat tangan ku mulai masuk ke BH nya …… ah susunya terasa lembut sekali…dia bilang lagi dengan lirih… den jangan …. aku tidak perduli…. lalu aku buka baju atas bi Asih dan ku buka juga BH nya… mula-mula bi Asih menolak untuk di buka tapi dengan agak sedikit maksa akhirnya dia pasrah… dan terbuka bagian atas badan bi Asih… susunya munjung membusung kedepan besar, putih dan bundar…. lalu mulai kuremas-remas bi Asih agak sedikit menggeliat…..napasnya memburu ……..aku ingat akan buku porno yang kubaca… lalu aku coba praktekkan…. ya itu aku mencoba mencium pentil dari payudaranya dan lalu aku emut-emut seperti mengemut permen…… wah kayaknya dia kenikmatan banget… napasnya memburu dan agak sedikit terengah-engah… waktu aku kenyot lagi pentilnya dia pegang kepalaku dan bilang den.. sudah den… sudah…. ah dia tidak tahan… katanya…..

Aku malah semakin semangat seluruh payudaranya aku jilatin aku kulum-kulum aku emut-emut….. dia semakin gelisah dan tangannya yang tadi mengocok-ngocok burungku kini berhenti bergerak dan hanya meremas burungku dengan kencang sekali… agak sakit juga rasanya tapi aku biarin aja…. Supaya lebih enak akhirnya aku buka baju atasnya aku ciummi lehernya, bahunya yang putih…. dan aku buka seluruh celanaku…sehingga dia bebas memegang burungku dan telurku bergantian…. Adegan ini cukup lama juga berlangsung hampir sejam… kali aku liat jam diding sudah jam 10.30…. Lalu aku rebahkan dia di sofa panjangku.. mula-mula dia agak sedikit nolak tapi aku dorong dengan tegas dan lembut dia akhirnya nurut aja… kini aku lebih leluasa lagi menciumi buah dadanya…. pelan-pelan agak turun … aku ciummi perutnya …. dia tampak agak kegelian…. aku semangkin terangsang… aku tidak ingat apa lagi yach yang harus dilakukan seperti di buku-buku porno…

Akhirnya pelan-pelan aku buka kain kebaya bi Asih… dia bilang eh den jangan mau apa… tidak tenang aja dech. aku bilang.. akhirnya kainnya copot sudah dan aku buang jauh-jauh…dia tinggal memakai celana dalam saja…. eh.. biarpun dia ini orang desa… tapi ternyata badannya bagus banget seprti gitar dan mulus banget. betisnya indah, pahanya kencang sekali… mungkin sering minum jamu kampung sehingga badannya terawat baik…..

Aku ciumi perut bi Asih terus turun kebawah… dan terus kebagian kemaluannya…. dia tampak mendorong kepalaku… jangan den… tapi lagi-lagi aku paksa akhirnya dia diam.. setelah dia agak tenang aku mulai beraksi lagi.. celana dalamnya kutarik turun… wah ini dia betul-betul melawan dan tidak kasih aku kesempatan dia pegangin celananya itu… tapi aku terus berusaha… adu tarik dan akhirnya.. setelah cukup lama dia menyerah tapi tetapnya tangannya menutupi kemaluannya… pelan-pelan aku ciummi tangannya akhir mau minggir juga dan kuciumi kemaluannya… dia tampak mengelinjang.. dan dia bilang jangan den… jangan den…. tapi aku ciumi terus….akhirnya suaranya itu hilang yang terdengar hanya napasnya aja yang terengah engah…. dibagian tengah vagina agak keatas vagina bi Asih ada daging agak keras seperti kacang… mungkin klitoris… nah klitorisnya ini aku jilat-jilat dan kadang-kadang aku emut-emut dengan bibirku…

Aku ciumi terus vaginanya .. dan tahu tahu aku merasakan sesuatu yang agak basah dan bau yang khas. dia tampak menggoyang-goyangkan kepalanya dan pantatnya mulai goyang-goyang juga… cairan yang keluar dari vaginanya makin banyak aja.. dan makin licin…. Ah aku sudah tidak tahan lagi rasanya… lalu kubuka kaos bajuku… dan aku juga sekarang sama bugilnya dengan nya …aku periksa lagi vaginanya.. yach masih seperti tadi malam tidak keliatan lobang apa-apa cuma daging-daging merah jambu mengkilat karena basah… aku coba tusuk pakai jari tanganku dan eh ada juga lubangnya tapi kecil banget pas sejari tanganku ini, rupanya lubang itu tertutup oleh lapisan daging… aku pikir-pikir apa cukup ya lubang ini kalo di masukin penisku…

Aku penasaran lalu aku bangun dan berlutut di pinggir sofa dan burungku aku arah kan ke vaginanya. Dia nampak terkejut melihat aku telanjang bulat dan dia hendak mau bangun… dan bilang den jangan sampai ketelanjuran… ya tidak boleh… aku bilang iya bi tenang aja… aku cuma mau ngukur aja kok… dan dia percaya lagu rebahan lagi… sambil bilang janji ya den jangan di masukin punya aden ke liang nya… iya jawabku singkat… lalu aku ukur-ukur lagi lubang vaginanya dengan penisku ternyata memang penisku ini tidak normal kali.. karena jangankan lubang yang didalam tadi itu yang seukuran jari telunjukku besarnya… bibir bagian luarnya aja tidak muat… aku mulai berfikir … wah bener kata Joko aku ini tidak normal….. lalu aku bilang ke bi Asih…. bi kok kayaknya lubangnya mampetnya… tidak ada lubangnya… dia mengangkat kepala… tahu ya… dulu juga burungnya suami bibi rasanya tidak pernah masuk sampai kedalam… wah aku pikir yang normal aku atau dia nich… tapi dasar sudah nafsu banget… tidak ada lubang …. lubang apapun jadi dech aku pikir… vagina dia semakin basah aku pegang-pegang terus…

Lalu aku tarik dia bangun dan ku ajak ke kamar… dia menolak ech jangan den… tidak apa-apa aku bilang…. aku paksa dia kekamar dan aku rebahkan dia di tempat tidur spring bed… kebetulan tempat tidur itu menghadap ke kaca jadi aku bisa liat di kaca… lalu aku naik di atas tubuhnya … dan dia agak sedikit meronta.. den kan janji ya tidak sampai di gituin…. iya dech aku bilang…. Aku lalu turun dari tubuhnya dan berlutut disamping tempat tidur lalu kutarik ke dua kakinya sampai pantatnya tepat dipinggiran tempat tidur lalu aku ciumi lagi vaginanya … dia kelihatannya senang diciumi lalu aku praktekkan apa yang aku baca di buku porno … aku masukan lidahku di sela-sela vaginanya.. terasa hangat dan basah .. lalu aku mainkan lidahku.. aku jilat-jilat seluruh daging berwarna merah muda yang ada di dalam vaginanya… aku jilat terus dan kadang kadan aku sedikit hisap-hisap bagian klitorisnyanya itu… dia tampak kegelian dan menggoyang-goyangkan pantatnya ke atas seolah-olah hendak mengejar lidahku…. terasa semakin basah vaginanya dan mungkin sudah banjir kali dan semakin banyak cairannya… semakin licin……….aku lalu bangun……dan aku dorong lagi dia ketengah tempat tidur dan aku timpah lagi tubuhnya…….

Aku ciumi lagi payudaranya yang keras dan kenyal itu… dia nampak mulai menikmati lagi dan agak sedikit mengerang-erang dan mengelus elus rambut kepalaku…. pelan-pelan aku kangkangin pahanya mula-mula dia agak melawan tapi akhirnya pasrah… dan kutaruh penisku tepat di tengah-tengah vaginanya…pelan-pelan aku dorong.. dorong penisku ke vaginanya… yang sudah mulai banjir dan mulai licin… aku merasa bahwa sekarang helm penisku sudah mulai terjepit oleh bibir vaginanya tapi tetap belum bisa masuk… pelan pelan aku tekan agak keras dia tampak agak menggelinjang dan bilang aduh den jangan di toblos den… aku tidak perduli aku tekan lagi tapi susah juga rasanya sampai dekok kedalam vaginanya tapi belum mau tembus juga… aku tarik lagi sedikit kebelakang dan dorong lagi tetap seperti tadi … tapi aku tidak menyerah aku tarik dorong tarik dorong ada kali 10 menitan.. dan waktu aku tarik-dorong itu terdengar bunyi ceprak..ceprok..ceprak… rupanya vagina dia bener-bener banjir… dan tiba-tiba aku mulai merasakan ada celah yang terbuka…. aku makin semangat tarik dorong tarik dorong… dia nampak mulai merem melek matanya… dan matanya membalik balik kebelakang….mulutnya mendesis desis… aku jadi semakin nafsu lalu aku kulum bibirnya.. dia menyambut ciumku dengan hot sekali.. baru pertama kali ini aku berciuman … jadi tidak tahu caranya tapi.. aku pake naluri aja aku isap-isap lidahnya .. wah dia makin membinal… dan celah di vaginanya makin terasa agak melebar… dan aku merasa kalau aku tekan agak keras pasti helm burungku ini bisa masuk.. ke dalam vaginanya… lalu aku ambil ancang-ancang… kebetulan kedua jari jempol kaki ku bisa masuk di sela-selah tempat tidur sehingga aku punya pijakkan untuk mendorong kedepan…

Pelan-pelan aku hitung dalam hati sambil tarik dorong tarik dorong satu… dua tiga…. empat …liiima aku tekan yang keras penisku ke vaginanya, bibir dia yang masih ada di dalam mulutku tiba… bersuara huhh…ehmmh hu pelan-pelan aku hitung dalam hati sambil tarik dorong tarik dorong satu… dua tiga…. empat …liiima aku tekan yang keras penisku ke vaginanya, sementara bibirnya yang masih ada di dalam mulutku tiba… bersuara huhh…ehmmh huhuu dan dia memundurkan pantatnya kebelakang… dia memandang ke padaku dan menggelengkan kepala …jangan… sakit… dia bilang… aku mengangguk.. lalu aku mulai kerja lagi.. tarik dorong… belum masuk-masuk juga.. helm penisku… tapi akibat dorongang tadi kayaknya agak sedikit terbuka….aku cari akal… wah gimana nich.. ya…. lalu kedua tanganku turun kebawah dan kumasukan kebelakang pinggangnya lalu turun sedikit kuremas-remas pantatnya yang besar … kayaknya dia tambah semakin terangsang… dan aku pikir ini lah saatnya… aku pegang pantatnya keras-keras dan kutahan sekuat tenaga..dan kuhitung lagi satu. dua tiga… tekaaaaannnnnn………dia tampak meronta-ronta… tapi aku tidak perduli terus kutekaaaaaaan dan blesssssss penisku masuk kira-kira sepertiga…dia meronta lagi…mungkin merasa sakit pada vaginanya karena penisku ukurannya kebesaran sekali sehingga aku juga merasa bahwa kayaknya lubangnya kecil sekali sampai-sampai penisku tidak bisa bergerak terjepit seperti mau dipress rasanya kurang enak juga sehingga dia berusaha mendorong pinggulku keatas tapi aku lebih cepat lagi… kutarik tanganku dari pantatnya dan ku pegang ke dua tangannya dan kutarik ke atas kepalanya dan kutahan…

Dia berusaha meronta… dengan mengeser pantat kekiri dan kekanan tapi aku tidak mau lepas… aku ikuti arah pergerakan pantatnya.. dia kekanan aku kekanan dia kekiri aku kekiri dia mundur aku maju…. dia agak merintih-rintih dan seperti orang makan cabai pedas…. dia memang kuat pinggangnya… terus goyang kiri dan kanan …. tapi aku terus tancap burungku yang sudah masuk sepertiga ke vaginanya…. akibat gerakannya ini mula-mula penisku yang tidak bisa bergerak akibat terjepit vaginanya mulai bisa bergerak dan aku aku malah semangkin terangsang karena dengan gerakan kiri-kanan gitu penisku terasa tersgesek-gesek oleh vaginanya. Terus aku tahan… penisku di dalam vaginanya dan memang saat itu rasanya lobangnya sempit sekali.. dan penisku terasa di emot-emot oleh vaginanya… Lama-lama gerakannya agak melemah dan nafas agak terengah engah… dan agaknya dia mulai bisa menerima kehadiran penisku di dalam vaginanya dan sakitnya mulai hilang…..

Pelan-pelan aku mulai beraksi lagi kutarik sedikit penisku keluar tapi buru-buru kutekan lagi kedalam. agar tidak lepas.. terasa agak sempit tapi enak karena vaginanya sudah basah banget jadi agak licin dan lancar pergerakkan penisku lalu aku terik sedikit..dan tekan kedalam.. kira-kira 5 menitan… aku melakukan hal itu aku benar-benar merasa nikmat sekali yang tak terhingga… lalu dengan amat sangat bernafsu aku mulai menekan lagi penisku agak masuk lebih dalam lagi… aku tarik dulu keluar sedikit lalu aku tekan keras-keras kedalam.dia menggelinjang.. dan bersuara … aduh.. huhh hmmm tapi suara desahan itu malah makin merangsangku dan kutekan dengan keras lagi dan .. blesssss masuk lagi penisku lebih dalam dia agak sedikit meronta.. mungkin agak sedikit nyeri… tapi aku tidak perduli aku tekan lagi lebih keras lagi… cabut sedikit tekan lagi… dia agak meronta-ronta… aku semakin nikmat sekali rasanya agak seperti mau kencang… aku semakin bersemangat… dan dengan sekuat tenaga..

Aku tekan tiba-tiba pantatku kedepan …. dan bleessssss penisku amblas kedalam vaginanya…. dia agak sedikit menjerit..dan berusaha mencabutnya dengan menggeser pantatnya kekiri dan kekanan lagi.. tapi aku sudah semakin pintar aku tekan terus dan kuikuti pergerakannya…. setelah dia tidak melawan lagi mulai aku cabut setengah dan kumasukin lagi .. begitu berulang-ulang.. nampaknya dia mulai menikmati dan dia kelihatan mengejang dan lalu memeluk aku keras-keras….. dan mulutnya mendesis desis… aku semakin bersemangat… dan genjotanku semakin keras dan kencang…. dengan kedua kakiku kukangkangkan pahanya lalu aku genjot lagi penisku keluar masuk….. kira-kira 10 menit.. dia mengejang lagi dan memelukku lebih kencang lagi.. kayaknya dia orgasme lagi…. dan… setelah itu dia kelihatan agak loyo… tapi aku merasa ada sesuatu yang akan keluar dari penisku … aku semakin keras mengocok penisku di dalam vaginanya…dan kulihat dari kaca.. bagaimana penisku keluar masuk vaginanya… bila aku tekan… tampak vaginanya dekok kedalam dan bila aku tarik keluar kelihatan bibir vaginanya ikut munjung ke depan……… kira-kira…. 15 menit … aku merasa helm kepalaku agak panas dan sret-sret…. ada sesuatu keluar dari penisku… aku merasa nikmat banget… aku tekan keras-keras penisku di dalam vaginanya… dan dia yang tadi sudah lemes tampak bersemangat lagi dan dia goyangkan pantatnya kekiri kekanan…. aku semakin kenikmatan… dan tiba-tiba terasa lagi seeer serr ada cairan keluar dari penisku… dan dia juga kelihatannya merasa nikmat juga…

Dia seperti mencari-cari sesuatu… Pantatnya naik-naik keatas dan tiba-tiba dia mengejang dan memelukku keras sekali dan kedua pahanya melilit keras di pinggangku… seperti orang main gulat…. aku tidak berkutik tidak bisa bergerak… dan terasa cairan dari dalam penisku semakin banyak keluar……. dia semakin menggila dia mengigit.. gigit… bahuku…. dan menjerit lirih.. den.. enak sekali den……… aku peluk dia keras-keras….. dan kami berpelukan kurang lebih lima menit……. penisku yang tadi keras kayak batu sudah mulai melembek… dan dia nampak tergelak.. lunglai di sebelahku…… Aku lalu bangun dan kucabut penisku dari vaginanya.. dan kulihat vaginanya…. … Aku pegang dan aku buka belahannya kini nampak ada lubangnya…. dan aku melihat di seprai dekat vaginanya banyak sekali cairan.. dan agak berwarna sedikit merah jambu…. aku agak kaget… dan bilang kepadanya… bi ….. bibi masih perawan ya………..dia tersenyum manis… dan menjawab… iya den soalnya selama bibi nikah… bibi belum pernah kemasukan…. karena mantan suami bibi dulu orangnya loyo…. baru nempel sudah banjir dan lemes…. Aku menggumam…. pantas susah banget masuknya…….terus dia nimpali bukan susah….tapi emang burungnya den bram yang kegedean…. bibi ampe hampir semaput rasanya……

Malam itu aku tidur berdua dengan dia di kamar Saya…. kita tidur telanjang bulat…. cuma di tutup pakai selimut…… pagi-pagi jam 5 pagi sudah terbangun…. dan penisku tiba-tiba mengeras lagi…. … tanpa permisi… aku langsung naik lagi kebadannya…..yang masih setengah tidur dan dia terbangun….. Aku kangkangin lagi pahanya kekiri dan kekanan… dia diam aja pasrah hanya memandangi perbuatan ku dengan sedikit senyum….. lalu penisku yang sudah mulai mengeras.. aku tempelkan lagi di depan vaginanya dan aku tekan-tekan… tapi tidak bisa masuk-masuk… bi asih tersenyum…. dan dia bilang sini bi asih bantu… lalu tangannya kebawah memegang penisku dan membimbing penisku tepat di muka lubang vaginanya bi asih.. terasa hangat… lubang itu dan mulai basah… ternyata kali ini tidak sesulit tadi malam… helm penisku dengan beberapa kali tusukan maju mundur… mulai bisa masuk kedalam tapi tetapnya aja terasa sempit walaupun vaginanya mulai basah dan licin… dan kelihatanya Dia juga merasa bahwa penisku luar biasa ukuranya… beberapa kali dia sedikit mengaduh… tapi… setelah vaginanya betul-betul banjir… dan penisku bias masuk seluruhnya.. dia mulai bisa menikmati… dan… pagi itu aku bersenggama dengannya sampai jam 7.00 pagi… Dia orgasme sampai 3 kali… dan aku muncrat juga tapi tidak sebanyak tadi malam……

Seharian kita males-malesan di tempat tidur… dan sore hari… kami melakukannya lagi……sampai jam 10 malem…. Senin pagi aku bangun dan bolos sekolah…. karena pagi itu sehabis mandi pagi dan sarapan…. aku rencananya mau berangkat sekolah …. tapi tiba-tiba aku menjadi nafsu lagi melihat dia baru keluar dari kamar mandi pakai handuk saja…. lalu aku tarik dia ke kamarnya …. ku buka handuknya ku ciumi payudara .. ku isap-isap pentil… dan kurebahkan dia di tempat tidurnya…. dan ku setubuhi lagi…. wah enak rasanya bi asih yang baru mandi karena bau badannya segar banget bau sabun….. dan aku bersetubuh dengannya di kamarnya senin pagi itu sampi jam 9.00 pagi… dan aku terpaksa membolos sekolah……

Sorenya orang tuaku pulang dari jakarta…… dan sejak saat itu aku kalau malam sering kekamarnya dan melakukan hal itu lagi.. dan kelihatannya dia juga mulai ketagihan seperti aku…. mami aktif organisasi dharma wanita… sehingga kami sering punya kesempatan berdua dan selalu tidak pernah menyia-nyia kesempatan itu…..

Hubungan ini berlangsung kurang lebih 3 bulan… lama-lama kayaknya mamiku mencium gelagat…. dan hari itu kira-kira sebulan lagi sebelum aku ujian akhir kelas 3 smp aku lihat pagi-pagi mamiku ada di kamar bi asih…..dan bi asih nampak tertunduk.. dan kayaknya agak sedikit menangis… aku tidak berani campur tangan….. dan waktu aku pulang sekolah…. dia sudah tidak di rumahku lagi… dia sudah pulang kampung di antar oleh sopir ayahku. Aku sedih banget saat itu..

TAMAT